klik soreang 24/12/2014
Vokalis La Luna, Manik (23) yang masih tetap memikat penuh greget dan, kini berjilbab dengan pengakuan dirinya – cantik dan solehah, ”Duh ini kampus usianya sama dengan Aku. Mau lagu apa. Ini dia buat para jomblo biar nggak galau?!” demikian teriaknya kepada ratusan insan mahasiswa Sekolah Tinggi Teknologi Bandung (STT Bandung) di Jl, Soekarno Hatta No 378 Bandung (20/12/2014). 
Keseruan La Luna di STTB
Tak pelak yang ditawari lagu, mereaksi dengan aneka gimmick khas mahasiswa Bandung. “Kumaha Teteh bae, abi mah ridho lagu naon bae…”, teriak salah satu kumpulan mahasiswa, yang tak pelak mengundang tawa puluhan rekan lainnya.
La Luna (Sang Rembulan – Bhs. Spanyol) memang bak rembulan cantik memikat dan interaktif, malam itu melantunkan 8 hits pop jazz menjamu para penonton yang siang harinya para penonton yang juga mahasiswa STTB telah merayakan Wisuda Sarjana ke-X bagi 70 lulusannya, sekaligus Dies Natalis ke-23. 
Manik yang kini berkerudung tersebut sempat menyapa mahasiswa agar jangan galau dengan “status jomblonya”, ia lantunkan beberapa hits di antaranya “Semua Pasti Berlalu”, “Selepas Kau Pergi”, “Membekas Dihati”, dan lainnya.
“Ini memang persembahan khusus buat mahasiswa kami. Sekarang kan kami sudah punya gedung sendiri. Jumlah mahasiswa 1.200-an, alumni sudah sekitar 800-an, mereka telah berkarir di seluruh Indonesia dengan jabatan cukup strategis. Keberhasilan ini kami rayakan seperti ini”, papar Ragil Pardiyono, ST., MT, Ketua STT Bandung yang malam itu berbaur dengan para mahasiswanya.  
Gebrakan “Rebellion’ /rif Band
“Nah, ini dia yang juga kami tunggu”, kata Sheillatika, Vina, Reni, ketiganya mahasiswa STT Bandung jurusan Teknik Informatika (B), plus Willy mahasiwa teknik Informatika dari jurusan yang sama dengan status “senior”, katanya. Berempat di salah satu pojokan kampus yang megah, mereka menanti dengan “sangat” kemunculan /rif Band, setelah La Luna menaikkan tensi seputar panggung yang sejak sore diguyur hujan. 
 
Keseruan /rif Band di STTB
Ajaibnya, selepas hadir La Luna dan /rif Band hujan yang mendera Bandung sejak sore menjadi reda. Personel utama /rif Band dengan daya sihirnya yang masif mampu “menyirep” sekaligus menaikkan aura rebellion – pemberontakan atas kemapanan atawa “dunia palsu” selama ini!
“Hallo para mahasiswa insan negara STT Bandung yang megah, selamat malam. Inilah rangkaian lagu kami …apa kabar …,” kata Andy, vokalis, membuka sesi kedua pagelaran. Malam itu Andy yang sudah punya trade mark dengan dandanan “rock abiz” sejak dibentuk era 1992-an, disertai kepiawaian rekan Jikun (gitar), Maggi (drum), dan Ovy (gitar), meluncurkan sejumlah hits  /rif (rhythm in freedom). Sekurangnya dari deretan album:  Radja (1997), Salami (1998), Nikmati Aja (2000), ..Dan Dunia pun Tersenyum (2002), The Best of (2004), Pil Malu (2006), 7 (1010), serta 18 Years of Rock (2013), meluncur aneka hits yang memanas. 
Alhasil sekitar 10 lagu yang dikumandngkan /rif Band dengan nuansa enerjitas “kuda liar”, gelarannya berlangsung aman (malahan tentram?!). “Kami sudah siapkan pengamanan berlapis. Tuh lihat mobil pemadam kebakaran dan ambulan PMI nongkrong disini”, jelas pihak pengaman yang berbaju loreng dengan kumis sebesar “gagang telepon”. Pantaslah, malam itu tak ada yang neko-neko! Andai, gelaran ini berlangsung di Taman Tegal Lega Bandung, yang punya “gagang telepon” pasti beraksi.
“lni sih kampus gaul dong. La Luna sama /rif bisa sampai manggung di kampus STT Bandung. Mereka kan band papan atas. Pasti ini dosen sama BEM-nya sealiran kayak kita-kita …”, kata Ferdi (23), mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri yang hadir bersama rombongannya.Rombongan Ferdi yang tinggal di sekitar Jl. Buah Batu memang sengaja menikmati sajian ini. “Kami jadi terinspirasi buat manggungin mereka di kampus kami, tapi gimana ya bisa nggak tuh…?!, katanya usai menikmati hits “Salah Jurusan”. 
Penutupnya, Dr. Dadang Hermawan, Ketua Yayasan STT Bandung yang juga Ketua STIKOM Bali, yang hingga berakhir menjelang tengah malam masih berbaur bersama Ketua STT Bandung dan para mahasiswa, mengucapkan rasa syukur atas sukses dan lancarnya pagelaran ini. “Yang utama lainnya, wisuda dan Dies Natalis kampus kami ke-23 tadi siang pun berjalan sukses”. (Harri Safiari)

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*

%d blogger menyukai ini: