klik soreang 07/10/2014

Pada perhelatan Destika 2014 di Majalengka, BAPAPSI selaku pembina RTIK Kabupaten Bandung mewakilkan 1 orang utusan untuk menghadiri event nasional Destika 2014, yaitu Ade Truna (BACA: RTIK Kabupaten Bandung ke Destika 2014).

“Dengan menjadi peserta Destika 2014, bersama dengan yang lain saya berbaur dengan warga setempat mengikuti jalan santai ke lokasi wisata (Curug Ciborete-red)” ujar Ade kepada Klik Soreang.

Untuk bisa sampai ke lokasi air terjun, peserta jalan santai harus melewati perkampungan yang mana kiri dan kanan rumah warga banyak yang tengah beraktifitas membuat sesuatu.

Ada dua aktifitas menonjol yang bisa disebut sebagai kearifan lokal; kerajinan tangan membuat nyiru atau tampah dan ‘kerajinan tangan’ pecah batu alam. Saat ditanya dalam sehari mampu membuat berapa nyiru, pengrajin nyiru yang kebanyakan wanita lansia menyebutkan, “Kami bisa menghasilkan 20 hingga 25 nyiru dari pagi hingga sore (ashar-red).” Sedangkan bagi para pemecah batu alam, mereka hanya bisa memecah batu besar menjadi ukuran kotak seperti dadu tapi agak besar sebanyak 10 jolang dari target 15 jolang per hari. 1 jolang dihargai 1500 perak.

Setelah melewati rumah-rumah warga dengan kreatifitas yang cukup menginspirasi tersebut, barulah peserta jalan santai berkesempatan mengunjungi Pesona Alam Curug Ciborete Majalengka – tepatnya di desa Tanjungsari, kampung Tarik Kolot.

Seperti apa pelepasan jalan santai pada hari kedua, Sabtu pagi (27/09)? Ini dia video pendeknya …

Silakan share bila suka 🙂

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*

%d blogger menyukai ini: