klik soreang 24/12/2014
Malam itu (18/12/2014) Donny Suhendra (Guitar – leader musician), Budi Haryono (ex GIGI – Drum), Krishna Balagita (ex ADA Band – Keyboard), dan Adi Darmawan (LIGRO – Bass), berikut pendukung lainnya Dira Sugandi (vovalist), Lia Amalia (Salamander Vioces), dan dua instrumentalist Ammy c. Kurniawan (4 Peniti), serta Brury Effendi (Salamander Big Band – trumpeter dan violinist), total menembangkan 14 aneka hits. 

Wow, siapa penikmat dan penyelenggaranya?
Ada ratusan warga Bandung dari segala lapisan masyarakat, sebagian diantaranya nasabah Bank BNI sebagai salah satu penyokong acara ini. Penyelenggara langsung, siapa lagi kalau bukan Radio KLCBS yang sejak 1982 tegar men-jazz-kan warga Bandung dan kini dunia melalui streamingnya.

“Ïni gelaran ke empat yang digagas bersama Jazz Alliance (Komunitas Penggemar Jazz). Semoga yang kelima nanti kami hadirkan bintang jazz dari luar negeri”, begitu kata M Khirszan N Noeman, Marketing Communication Director KLCBS. 

 Novisanti, Bussines Manager BNI Kanwil Bandung
Novisanti, Bussines Manager BNI Kanwil Bandung

Ajang Silaturahmi Sementara itu menurut Novisanti, Bussines Manager BNI Kanwil Bandung, pagelaran berjuluk resmi “ The 4th Jazz Not Jazz: Absolutely Sensational Fusion”, merupakan ajang silaturahmi antara nasabah BNI dengan para bintang jazz idolanya. “Sebagian besar pilihan band dan bintang vocalnya dipilih atas rembukan para nasa nasabah dan KLCBS radio. Jadi seru juga nih pilihan mereka”.

Alhasil, pengunjung pada malam itu yang sudah paham benar siapa Donny Suhendra dan vocalist Dira Sugandi merasa terpuaskan. “Kapan lagi ya, ada pagelaran seperti ini. Sayang hanya 14 hits, lagi pula interaksi di panggung dengan penonton agak kurang ya?”, papar Toni (34), asal Cimahi yang cukup paham seluk-beluk perkembangan fusion jazz sejak 1980-an di negeri kita. 

Sementara menurut menurut Robinda yang hadir bersama salah seorang putranya, malah berani ia juduli kehadirannya di Prama Grand Preanger Asia Afrika 81 Bandung bukan sekedar menonton jazz. ”Ini menyelami jazz. Sejak dulu suka Jimi Hendrix. Dalam petikan Donny semua terselip, disinilah indahnya fusion jazz. Referensinya ada di Miles Davis dari album Filles de Kilimanjaro (1968 – red), salah satunya”. Malam itu di Bandung yang seharian diguyur hujan hingga petang, ternyata di suatu hotel bernilai heritage di kota ini ada, campuran ‘’kimiawi khas” – Selain fusion jazz, vokalis Dira Sugandi dan violist Ammy C Kurniawan berkali-kali mengemukakan lagu keroncong. “Jadinya ini ajang unik buat memperkaya fusion jazz rasa Nusantara, ada keroncong dan langgam lain di negeri ini”, terlontar dari deretan kursi ketika bubaran gearan ini yang mengiring senyum bahagia semua. (Harri Safiari/foto: Ardistia Ramadhanti)

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*

%d blogger menyukai ini: