klik soreang 10/09/2015

Pada hari ini (Kamis, 10/9/2015) berita yang ditunggu-tunggu oleh banyak pihak akhirnya resmi dirilis oleh humas Pemkab Bandung, Groundbreaking Jalan Tol Soroja atau Soreang Pasirkoja. Acara yang dihadiri oleh pejabat pemerintahan mulai dari tingkat pusat hingga provinsi hadir pada peresmian pembangunan tol Soroja. Sebagai tuan rumah Bupati Bandung, Dadang M. Naser, menjelaskan landasan pembangunan Tol Soroja, “Jalan Tol Soroja akan lebih memudahkan bagi warga Kabupaten Bandung dalam menjalankan aktifitasnya.”

Groundbreaking Jalan Tol Soroja atau Soreang Pasirkoja (foto: Humas Pemkab Bandung)

Pada waktu sebelumnya (Senin, 7/9/2015) bertempat di Gedong Budaya Sabilulungan (GBS) Soreang, Bupati H. Dadang Mochamad Naser, S.H., M.Ip menyerahkan penghargaan kepada 1.049 warga asal Kecamatan Margaasih, Kutawaringin, Soreang dan Katapang yang telah membantu pemerintah dengan bekerjasama untuk pembebasan lahan milik mereka guna terwujudnya pembangunan Jalan Tol Soroja selain mereka pun memperoleh dana ganti untung atau kompensasi. Penghargaan yang sama diserahkan pula kepada 94 petugas yang tergabung dalam Satgas (Satuan Tugas) pembebasan jalan tol.

“Mereka layak memperoleh penghargaan, karena dinilai turut berjasa kepada negara demi terwujudnya jalan Tol Soroja yang kelak akan sangat bermanfaat bagi pertumbuhan ekonomi khususnya di Kabupaten Bandung.” tegas Dadang Mochamad Naser.

Kota  Nyingcet  yang Menjadi  Pangjugjugan  Balarea

Sebagai pusat ibu kota Kabupaten Bandung, Soreang selama ini dianggap sebagai Kota Nyingcet atau kota yang berada di pinggiran karena tidak memiliki jalan nasional. “Di masa yang akan datang setelah tol Soroja terwujud, Soreang akan menjadi kota pangjugjugan balarea (tempat tujuan semua orang),” ungkap Dadang M. Naser.

Melansir informasi yang diperoleh tim redaksi KLIK Soreang dari Humas Pemkab Bandung, disebutkan bahwa Pemerintah sengaja membangun jalan tol Soroja, karena ada dua hal penting. Di antaranya, Kabupaten Bandung merupakan pusat industri tekstil dan manufaktur. Di samping sebagai pemasok susu terbesar di tingkat nasional. Selain itu, trase tol Soroja, tidak jauh dengan lokasi kawasan industri Katapang, Margaasih dan Dayeuhkolot. “Ditambah pula jalur Tol Soroja akan lebih memudahkan bagi pengembangan pariwisata di Bandung Selatan.

Groundbreaking atau peletakan batu pertama sebagai tanda dimulainya pembangunan Tol Soroja dijadwalkan berlangsung tanggal 10 September 2015 mendatang yang dipusatkan di seputar Stadion Si Jalak Harupat Kecamatan Kutawaringin. Tol sepanjang 10,6 km tersebut ditargetkan selesai dalam jangka waktu 9 bulan. Sehingga dalam pembukaan PON XIX yang rencananya akan berlangsung di Stadion Si Jalak Harupat, Tol Soroja sudah bisa digunakan.

Menurut data yang terdapat di pemerintah Kabupaten Bandung terdapat 1.073.777 m2 luas lahan milik warga yang hingga saat ini telah dibebaskan, meliputi 1.647 bidang. Lahan tersebut tersebar di Desa Margaasih, Nanjung, Cigondewah Hilir, Mekarrahayu dan Desa Rahayu (Kecamatan Margaasih), Desa Pameuntasan Kopo (Kecamatan Kutawaringin), Desa Katapang (Kec. Katapang) dan Desa Parungserab, Pamekaran, Sekarwangi (Kec. Soreang).

“Sisa yang belum terbebaskan sekitar 84.702 m2, dengan demikian lahan yang sudah terbebaskan telah mencapai 92,69 persen,” tegas Kepala Bagian Humas Achmad Kosasih, S.Ip., M.Si. Achmad menambahkan, “Lahan yang belum terbebaskan tinggal menunggu pemberkasan. Mengingat dana untuk pembebasannya sudah tersedia sesuai dengan kesepakatan.”

Pada Acara Groundbreaking Jalan Tol Soroja atau Soreang Pasirkoja selain Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, bapak Ahmad Heryawan selaku Gubernur Jawa barat turut hadir.

Foto: Humas Pemkab Bandung

 Dengan adanya Tol Soroja Soreang akan menjadi sebuah Kota Nyingcet yang Menjadi Pangjugjugan Balarea. ~ Bupati Bandung, Dadang M. Naser

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*

%d blogger menyukai ini: