klik soreang 21/12/2015

Menyaksikan sebuah penganugerahan kompetisi film pendek dari kalangan anak-anak muda kreatif sungguh menyenangkan. Suasananya pun agak berbeda dengan undangan event-event yang selama ini saya biasa dapatkan sebagai blogger.

Sutradara terbaik: Mustafa dengan film, “Opor Operan” dan Film fiksi terbaik: Bandung Survivor

#BYSFC2015 merupakan akronim dari Bandung Youth Short Film Competition 2015. Sebuah ajang bagi anak muda Bandung untuk menunjukan kreatifitas mereka di bidang sinematografi. Di depan hotel Citarum yang beralamat di jalan Citarum nomor 16 ini terpampang ucapan “Selamat Datang Sineas Muda Bandung …” Saya pun masuk berbaur dengan undangan lainnya.

Sudah ada Teh Ima dan yang undang saya, Raja Lubis. Dan senang sekali malam itu saya bisa bersua lagi dengan Adew Habtsa. Kang Adew – begitu biasa saya memanggil pria ramah yang merupakan seniman nyentrik yang isi lagunya selalu menyuarakan tentang Indonesia dengan segala suka dukanya. Saya sempat bertanya ke kang Adew seputar acara  Bandung Youth Short Film Competition 2015 ini.

“Hebat, euy! Mereka teh masih muda-muda tapi sudah bisa menunjukkan keseriusannya lewat film pendek,” ujar pria berkacamata minus yang humoris ini.

(Senin, 14/12) saya tiba di lokasi beberapa saat sebelum panitia memulai acara Bandung Youth Short Film Competition 2015. Lepas memarkirkan kendaraan saya merasa pesimis acara diselenggarakan di Hotel Citarum tetapi perasaan tersebut pupus tatkala bapak security yang berada di samping hotel mengiyakan seraya menyebutkan acaranya digelar di lantai 4.

Acara yang diikuti oleh 46 peserta tersebut berlangsung dengan dukungan semesta kota Bandung yang nampak cerah. Langitnya dipayungi keindahan warna yang lumayan membuat hati semakin moody dan saat itu pula satu dari dua orang blogger perempuan kembar dari Bandung, Eva Sri Rahayu turut hadir melengkapi kebersamaan saya dan teman-teman.

Beberapa petikan acara #BYSFC2015:

  • Ajang penilaian #BYSFC2015 dilakukan oleh:German G. Mintapraja dan Benny K.
  • Pemenang POSTER TERBAIK #BYSFC2015 adalah JATI DIRI
  • Pemenang PENATA KAMERA TERBAIK #BYSFC2015 adalah BANDUNG SURVIVOR
  • Pemenang Penyunting Gambar Terbaik #BYSFC2015 adalah Prama Yodha
  • Pemenang Sutradara Terbaik #BYSFC2015 adalah Mustafa – Opor Operan
  • Pemenang DOKUMENTER TERBAIK #BYSFC2015 adalah PEREMPUAN BIRU
  • Pemenang FIKSI TERBAIK #BYSFC2015 adalah BANDUNG SURVIVOR

Sambutan dari pihak @DisporaBandung Kabid Pemuda dan Kabid UPT GGM Kang Sony dan Kang Sundawa #BYSFC2015 pic.twitter.com/sYTJtJIrDq

— Ruang Film Bandung (@ruangfilmbdg) December 14, 2015

Mimin (merah) bersama 3 blogger sdg di Hotel Citarum menghadiri acara BANDUNG YOUTH SHORT FILM COMPETITION #BYSFC pic.twitter.com/m8PpOhbyxq

— Musik & Film Indo (@musikfilmindo) December 14, 2015

Penata kamera terbaik adl Bandung Survivor #bysfc2015 pic.twitter.com/yk6zc693q0

— IG: Kang_Adetruna (@adetruna) December 14, 2015

Awarding dimulai,kategori poster jatuh pd “Jati Diri”, penata kamera jatuh pada “Bandung Survivor” #bysfc2015 pic.twitter.com/ce7bkE7oua

— Ima Rochmawati (@imatakubesar) December 14, 2015

***

Bandung Youth Short Film Competition 2015 dimulai dengan ditandai oleh berkumandangnya lagu Indonesia . Lalu tibalah Adew Habtsa tampil bersama dengan teman-temannya. Saya memang masih hitungan jari melihat Kang Adew tampil bermusik tetapi saya kian memahami saja kebiasaannya dalam mementaskan karyanya. Dari panggung satu ke panggung lain, pria bersuara nge-bass ini takpernah sama membawa musisi lain untuk menemaninya di panggung.

Musikalisasi dan Teaterikal dari Adew Habtsa saat #BYSFC2015

Pernah suatu hari, Kang Adew hanya ditemani seorang pemain ukulele saja sedangkan kemarin di #BYSC2015 ia ditemani oleh 3 orang; seorang perempuan sebagai penyanyi dan penyair, dua orang lagi; pemain sampe dan udu.

Ade Truna dan Adew Habtsa

“Sampe itu gitar khas dari Kalimantan, kalau udu itu alat musik tabuh dari tembikar, asal Afrika,” jelas Kang Adew yang malam itu menjadi percakapan yang terakhir sebab saya harus bergegas untuk kembali melakukan perjalanan pulang yang masih jauh; Soreang.[]

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*

%d blogger menyukai ini: