klik soreang 14/06/2017

Steak adalah daging sapi yang dipotong dengan ukuran besar. Selain sapi, yang kerap diolah menjadi masakan steak antara lain; dada ayam dan ikan. Pada umumnya, steak dipotong tegak lurus searah dengan serat otot daging sapi. Dan cara memasak steak, koki-koki memanggangnya serta takjarang pula dengan cara digoreng.

Steak itu bermacam-macam, sebelum jauh membahas Peluang Bisnis Usaha Kuliner Warung Steak, berikut ini beberapa perbedaan varian steak yang biasa dipesan oleh para penikmat kuliner.

  1. Tenderloin. Dianggap sebagai raja steak karena berdimensi tebal dan besar. Dengan ukuran sebesar bola tenis, tenderloin dikenal sebagai steak yang bertekstur lembut dan juga empuk. Daging tenderloin mengambil bagian paha dari sapi bagian belakang.
    tenderloin steak lokal
    Tenderloin [internet]

    Pada setiap 3 oz (setara dengan 85 gram) terkandung 250 kalori, 21,4 gram protein serta 17,2 gram lemak.

  2. Sirloin. Steak yang juga takkalah populer dibandingkan dengan tenderloin adalah sirloin. Steak ini disajikan dengan sengaja menyisakan tulang bersama dengan potongan daging sebab itu bisa menambah rasa daging sirloin. Ada dua macam sirloin, top sirloin steak dan bottom sirloin steak. Sirloin umumnya- dibanderol lebih murah dibandingkan dengan tenderloin padahal memiliki citarasa yang persis sama nikmat.
    Sirloin-US ABUBA Steak
    Sirloin [internet]

    Sirloin berukuran diameter 5 hingga 10 cm. Ketebalannya sekira 1,5 hingga  4 cm. Di setiap 3 oz-nya, sirloin mengandung 220 kalori, 22 gram protein serta 12,8 gr lemak.

  3. T-Bone. Dinamai dengan nama tersebut, sebab steak ini tulangnya memiliki bentuk T yang ada di dalam daging. Setiap 3 oz daging dari T-Bone terdapat kandungan lebih kurang 260 kalori, lemak 19.6 gram serta protein berjumlah sama. Steak ini kaya akan nutrisi dan umumnya para juru masak akan mematangkan dengan cara dibakar di atas bara atau nyala api.
    T-Bone- Abuba Steak
    T-Bone Steak [internet]

    T-Bone dibanderol lebih mahal dibandingkan dengan sirloin namun ia lebih murah dibandingkan steak tenderloin.

Peluang Bisnis Usaha Kuliner Warung Steak 
Untuk belajar membuka usaha kuliner steak, berikut ini artikel kesuksesan dari Waroeng Steak yang bisa dijadikan referensi bagi Anda yang ingin memulai usaha bisnis kuliner ini.

Waroeng Steak and Shake adalah nama sebuah bisnis kuliner yang dimulai di kota Jogyakarta. Merekalah yang pertama kali mampu mengubah cara pandang setiap orang yang beranggapan bahwa steak adalah menu harganya mahal kalau mau ditawarkan. 

Pada 2012 saja Waroeng Steak and Shake telah mempunyai 50 outlet yang tersebar di beberapa kota besar di Indonesia, sebut saja; Bandung, Jakarta, Medan, Bali, Surabaya serta Makasar. Sampai hari ini pun mereka masih mengembangkan kreatifitas yang inovatif.
Adapun alasan utama dari tidak menggunakan konsep waralaba atau franchise, pasalnya Waroeng Steak and Shake ingin senantiasa menjaga kualitas produk dan citarasa hidangan steak. Kunci keberhasilan lain yang sudah digapai oleh mereka adalah sistem management yang baik.
Tidak saja mengejar volume, Waroeng Steak and Shake berusaha untuk terus menjaga kualitas produknya dengan ditambah aktifitas lain seperti menggelar event-event sosial yang sangat bermanfaat bagi kalangan masyarakat (mereka pun mengejar value).

Agar bisa sukses seperti Waroeng Steak and Shake – kunci utamanya adalah jangan bergantung pada kualitas produk serta sistem management yang baik saja. Akan tetapi perlu menjaga hubungan yang baik serta komunikatif dengan masyarakat sekitar. 

Itulah sedikit gambaran yang daat Anda jadikan acuan saat hendak berbisnis kuliner khususnya Peluang Bisnis Usaha Kuliner Warung Steak. Semoga dengan cara amati-tiru-modifikasi dari perilaku sosial yang dilakukan oleh Waroeng Steak and Shake dapat berguna bagi Anda. Selamat mencoba! [w2/06-ini]

1 thought on “Peluang Bisnis Usaha Kuliner Warung Steak

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*

%d blogger menyukai ini: