admin 03/01/2018
7-Museum-Anti-Mainstream-Museum-Pasifika-Nusa-Dua-Bali

7 Museum Anti-Mainstream di Indonesia – Wisata nggak hanya ke gunung atau ke laut. Museum pun bisa jadi salah satu tujuan untuk untuk mengisi liburan. Tak sekedar buang-buang uang saja, berlibur di museum juga bisa menambah pengetahuan.

Terlebih jika mengajak buah hati berlibur, museum tentu jadi wisata edukatif bagi mereka. Nggak perlu keluar begitu banyak biaya, tapi pengalaman yang didapat tentu tak terlupakan. Terlebih jika mengunjungi museum-museum anti mainstream seperti dibawah ini.

1. Museum Kayu Tuah Himba, Kalimantan Timur

Berada di wilayah Tenggarong, Kalimantan Timur, Museum Kayu Tuah Himba memiliki koleksi yang tak biasa. Selain koleksi beragam jenis kayu asli Kalimantan yang berjumlah ratusan, di museum ini juga dipamerkan sepasang buaya jantan dan betina yang sudah di awetkan.

Kabarnya, dua buaya sepanjang 5-6 meter ini sempat memangsa manusia. Sering meresahkan warga, keduanya pun ditangkap secara beramai-ramai dan akhirnya menjadi koleksi dari Museum Kayu Tuah Himba.

Jenis kayu yang dipamerkan pun beragam, mulai dari ulin, rotan, bambu, sampai jenis daunnya pun dipajang. Tak lupa beragam senjata asli Kalimantan dan buatan Suku Dayak pun ada di museum yang berberntuk rumah adat Kalimantan ini.

Jika ingin ke Kalimantan cek aja harga tiket pesawat batik air yang memberikan harga murah dan diskon. Apalagi jika membeli 90 hari sebelumnya.

2. Museum Kanker, Surabaya

Museum Kanker yang berada di pusat Kota Surabaya ini seperti namanya memamerkan bagian anggota tubuh yang terkena kanker. Koleksi-koleksi yang dipajang adalah bagian tubuh yang terjangkit kanker yang ditaruh dalam toples-toples kaca.

Jumlah koleksi di Museum Kanker ini mencapai 30 buah yang berupa sel-sel kanker, alat peraga, dan sejumlah alat kesehatan. Ada juga infografik mengenai penyakit kanker maupun jumlah penderita kanker di Indonesia yang di update secara berkala.

Dibuka sejak 2013 lalu, museum ini diklaim sebagai museum kanker pertama di Indonesia bahkan di dunia. Tak hanya sebagai tempat menambah ilmu mengenai penyakit kanker, museum ini juga jadi tempat berkumpul komunitas pasien penderita kanker.

7 Museum Anti-Mainstream di Indonesia

3. Museum Zoologi Frater Vianney, Malang

Tak banyak orang yang tahu mengenai museum satu ini. Museum yang berada di daerah Dau, Kabupaten Malang ini merupakan museum pribadi yang dibuka untuk umum. Diisi beragam koleksi reptil dan biota laut yang sudah diklasifikasi secara rapi oleh pengelola yang juga seorang frater (biarawan).

Koleksi museum ini sudah mencapai 12.000 buah yang berupa hewan-hewan. Beberapa diantaranya seperti iguana, ular, kadal, gurita dan sejumlah besar koleksi kerang-kerangan. Dibangun sebagai sarana belajar, ada paket khusus untuk rombongan jika ingin dipandu berkeliling museum.

4. Museum Nyamuk, Panggandaran

Dikelola oleh Dinas Kesehatan RI setempat, Museum Nyamuk berada di daerah Panggandaran tepatnya di Dusun Kamurang. Pengunjung yang datang ke museum ini bisa belajar mengenai 70an jenis nyamuk yang berasal dari seluruh Indonesia. Hewan kecil yang sering datang ke rumah kita ki ini terbilang mudah beradaptasi dimanapun.

Akibatnya setiap tahun selalu saja ada spesies baru. Berawal dari hal ini lah, rasanya pemerintah setempat merasa perlu menyediakan museum khusus untuk hewan yang sering menyedot darah ini.

Tak hanya koleksi nyamuk yang sudah dikeringkan saja, ada juga pengetahuan mengenai pencegahan penyakit akibat nyamuk, sejumlah koleksi tumbuhan, dan beberapa jenis serangga lain yang juga sudah diawetkan.

5. Museum Kesehatan Jiwa, Malang

Museum Kesehatan Jiwa dr. Radjiman Wediodiningrat namanya. Museum ini dianggap sebagai museum kesehatan jiwa satu-satunya di Indonesia. Memajang 700an koleksi yang berkaitan dengan peralatan kesehatan jiwa dari masa ke masa, museum dianggap salah satu tempat bersejarah.

Berada di samping RSJ yang masih aktif, bagunan museum ini dulunya merupaka RSJ di zaman penjajahan. Koleksi museum ini mulai dari alat-alat untuk menangani pasien, dokumentasi RSJ dari masa ke masa, juga lukisan-lukisan para pasien penderita gangguan jiwa yang dirawat di RSJ ini.

7 Museum Anti-Mainstream di Indonesia

6. Museum Tsunami Aceh, Aceh

Salah satu karya Ridwal Kamil ini resmi di buka tahun 2009. Museum Tsunami Aceh ini dibagu sebagai pengingat bencana besar yang menimpa Aceh di tahun 2004 lalu. Selain itu, museum ini juga ternyata berfungsi sebagai tempat perlindungan dari beragam bencana alam sewaktu-waktu.

Disambut lorong gelap dan bergemuruh, pengunjung yang datang akan diajak merasakan suasana Tsunami ketika memasuki area museum. Setelahnya, pengunjung memasuki ruangan yang dinamanakn The Light of God, berupa ruangan yang menyerupai cerobong asap yang dindingnya dihiasi nama-nama korban dan beragam foto saat kejadiah Tsunami.

Diisi dengan beragam foto, diorama, dan beberapa peninggalan barang warga, museum ini jadi salah satu anti-mainstream di Indonesia dan patut dikunjungi.

7. Museum Pasifika

Berlokasi di Pulau Dewata tepatnya di Nusa Dua, Museum Pasifika disebut-sebut sebagai museum seni terlengkap baik tingkat nasional maupun internasional. Disebut terlengkap karena koleksi seninya yang mencapai ribuan mulai dari patung kayu maupun batu, lukisan dari seniman ternama seperti Afandi maupun Nyoman Gunarsa dan beragam benda antik lainnya.

7 museum antimainstream di indonesia
[internet]
Memiliki lebih dari 1000 koleksi, museum ini juga disebut sebagai yang terbesar se-Asia Pasifik. Museum ini terbagi dalam 11 ruangan yang koleksinya diklasifikasi berdasar dari asal sang seniman.

Tak hanya menampilkan karya seniman-seniman lokal, Museum Pasifika juga memajang karya seniman mancanegara. Ada lebih dari 200 seniman yang berkontribusi dari 25 negara.

Mau tiket murah ke Bali? Cek dulu tiket pesawat Lion Air di Reservasi.com. Murahnya dobel. Bisa dapet harga promo dan diskon hanya lewat App Reservasi.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: