admin 21/03/2018
RGE Ajari Orang Memanfaatkan Sampah Menjadi Berkah

Royal Golden Eagle Ajari Orang Memanfaatkan Sampah Menjadi Berkah – Sampah biasanya identik dengan kotoran yang dibuang. Jangankan memanfaatkan, orang biasanya enggan berdekatan dengan sampah. Namun, Royal Golden Eagle (RGE) menghadirkan cara pandang berbeda terkait sampah. Mereka justru mengubahnya menjadi hal bermanfaat sebagai berkah bagi orang banyak.

Source: Inside RGE
Source: Inside RGE

Asian Agri yang merupakan salah satu anak usaha RGE, sukses memperkenalkan program ini. Perusahaan yang berkiprah dalam industri kelapa sawit ini gencar mengampanyekan pengelolaan sampah. Pasalnya, mereka tahu persis bahwa sampah sudah menjadi masalah global.

Perlu disadari, Indonesia memiliki reputasi kurang baik. Negeri kita dikenal sebagai penghasil sampah plastik terbesar kedua di dunia. Ini bisa terjadi karena tidak ada manajemen yang baik dalam pengelolaan sampah.

Tentu predikat tersebut tidak membanggakan. Sebagai bagian dari RGE yang gencar menjaga lingkungan, Asian Agri terpanggil untuk berbuat sesuatu. Wujud konkritnya ialah gerakan untuk memanfaatkan sampah menjadi berkah bagi berbagai pihak.

Royal Golden Eagle Ajari Orang Memanfaatkan Sampah Menjadi Berkah

Contoh nyata dilakukan oleh lini usaha Royal Golden Eagle tersebut di Desa Air Emas, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau pada 2016. Asian Agri menggelar pelatihan khusus dalam pengelolaan sampah pada 30-31 Agustus 2016.

Dalam pelatihan tersebut, lini bisnis RGE di bidang kelapa sawit itu menjalin kerja sama dengan Tanoto Foundation dan Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Pelalawan. Mereka mengajari sekitar 30 orang masyarakat Desa Air berbagai cara mengelola sampah dengan baik.

Ada banyak hal yang diajarkan. Pertama adalah manajemen sampah yang baik. Dalam kesempatan tersebut, warga diperlihatkan contoh nyata dalam mengelola sampah dengan sistem bank sampah. Kegiatan itu diharapkan menarik warga untuk mengikutinya karena hanya dengan membuang sampah mereka bisa menuai rupiah.

Selain itu, Asian Agri juga mengajari pemanfaatan sampah secara kreatif. Warga diajari mengubah sampah menjadi beberapa kerajinan yang hasilnya dapat dijual. Buahnya akan sangat banyak. Bukan hanya lingkungan menjadi bersih dan sehat, masyarakat juga bisa mendapatkan penghasilan tambahan.

“Kebanyakan orang akan berpikir bahwa sampah adalah hal yang kotor dan merusak lingkungan. Padahal dengan kreativitas, ternyata sampah itu bisa kita sulap menjadi rupiah. Oleh karena itu, hari ini Asian Agri, BLH Kabupaten Pelalawan, dan Tanoto Foundation melakukan pelatihan pengelolaan sampah. Harapan kami pelatihan dapat meningkatkan kreativitas warga,sehingga ke depan lebih banyak produk-produk daur ulang yang bisa dihasilkan, yang bermanfaat bagi banyak orang serta menambah pundi-pundi masyarakat,” ujar Welly Pardede, Head Sustainability & CSR Asian Agri.

Royal Golden Eagle Ajari Orang Memanfaatkan Sampah Menjadi Berkah

Sebelumnya anak usaha Royal Golden Eagle ini telah melakukan terobosan di Desa Air Hitam yang tidak jauh dari Desa Air Emas. Di sana mereka membuat sistem pengelolaan sampah yang dikenal sebagai Bank Sampah Asri.

Dalam sistem ini, kesadaran warga dalam mengelola sampah disentuh. Warga diminta mengumpulkan sampah ke Bank Sampah Asri. Anak usaha Royal Golden Eagle ini menjadikan hal itu sebagai bentuk tabungan. Nantinya, dalam periode tertentu tabungan sampah tersebut akan dibagikan dalam bentuk uang kepada warga yang menabung. Menggiurkan sekali bukan?

Menurut Direktur Bank Sampah Asri, Satori, hasil yang diraup dari sistem tabungan sampah ini cukup menarik bagi warga desa. Ia menyatakan rata-rata sampah yang dikelola oleh Bank Sampah Asri ini mencapai satu hingga 1,5 ton per bulan. Semua itu menghasilkan pendapatan Rp2 juta hingga Rp2,5 juta per bulan.

Namun, bukan jumlah uang yang dikejar oleh anak usaha Royal Golden Eagle dalam Bank Sampah Asri. Kesadaran warga terhadap pengelolaan sampah yang baik dirasa lebih penting. Pasalnya, perusahaan yang dulu bernama Raja Garuda Mas tersebut punya tekad untuk menjaga keseimbangan iklim. Pengelolaan sampah termasuk di bawahnya.

Perlu diketahui, pendiri RGE, Sukanto Tanoto, telah menetapkan prinsip yang dikenal sebagai 5C sebagai arahan kerja perusahaan. Melalui prinsip tersebut, Sukanto Tanoto menginginkan agar Royal Golden Eagle mampu memberi manfaat kepada pihak lain, bukan hanya perusahaan. Secara khusus, ia ingin grup yang awalnya bernama Raja Garuda Mas ini berguna untuk negara, masyarakat, hingga aktif dalam menjaga keseimbangan iklim.

Cara Kreatif Dalam Pemanfaatan Sampah

Sampah disadari telah menjadi problem besar. Jika tidak dikelola dengan baik, keberadaannya bisa merusak lingkungan. Atas dasar ini, berbagai cara kreatif agar sampah tidak dibuang sembarangan dimunculkan. Salah satunya dengan memanfaatkan sampah sebagai bahan cenderamata.

Hal ini sudah dilakukan secara nyata oleh Asian Agri di Desa Air Hitam. Sesudah sampah dikumpulkan dalam Bank Sampah Asri, lini usaha RGE ini menyulapnya menjadi cenderamata. Warga desa kemudian diajari. Akhirnya mereka pun piawai membuatnya sendiri.

Royal Golden Eagle Ajari Orang Memanfaatkan Sampah Menjadi Berkah

Cenderamata dari sampah itu akhirnya menjadi tambahan penghasilan bagi warga desa. Menurut Satori, upaya warga desa Air Hitam mendaur ulang sampah secara kecil-kecilan menjadi produk kerajinan menghasilkan uang Rp2juta per tahun.

Tak heran, kegiatan pengelolaan sampah yang dijalankan oleh Asian Agri mendapat sambutan apik dari warga desa. Salah seorang warga desa Air Hitam, Yusnita, yang telah mengikuti pelatihan mengaku sangat terbantu.

“Kami sangat berterima kasih atas pelatihan pengelolaan sampah yang telah dilakukan perusahaan. Harapan kami agar bimbingan dan dukungan dari perusahaan dapat terus berkelanjutan, sehingga kami semakin ahli dalam berkreasi untuk mengelola limbah sampah agar dapat menghasilkan rupiah,” ujar Yusnita.

Sementara itu, Pemerintah Daerah Kabupaten Pelalawan sangat mendukung upaya penyadaran pengelolaan sampah yang kreatif oleh Asian Agri. Mereka menilai manajemen sampah sudah menjadi kebutuhan krusial di masyarakat. Pasalnya, sampah telah menjadi problem besar di mana pun.

Menurut data dari Greenation serta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), konsumsi plastik di Indonesia mencapai 9,8 miliar. Kebanyakan hanya dibuang saja sehingga menjadi sampah.

Royal Golden Eagle Ajari Orang Memanfaatkan Sampah Menjadi Berkah

Hal ini membuat KLHK berusaha untuk menekan penggunaan kantong plastik supaya sampah tidak semakin banyak. KLHK menargetkan pengurangan sampah plastik termasuk konsumsi kantongan plastik lebih dari 1,9 juta ton sampai tahun 2019.

 

Cara-Kreatif-Dalam-Pemanfaatan-Sampah
[istimewa]
“Sampah telah jadi masalah global, sehingga dibutuhkan kepedulian dari berbagai elemen bangsa. Pada hari ini kami sangat berterima kasih atas sinergi pemerintah, perusahaan, dan masyarakat, sehingga Bank Sampah Asri ini dapat menjadi bank sampah yang paling aktif di Kabupaten Pelalawan,” ujar Kepala BLH Kabupaten Pelalawan, Syamsul Anwar.

Syamsul tidak salah. Sedikit apa pun pengelolaan sampah yang baik amat vital. Berdasarkan data yang dirilis oleh Antara Riau, total jumlah sampah di Indonesia pada tahun 2019 diperkirakan mencapai 68 juta ton. Dari jumlah itu, sebanyak 14 persen atau 9,52 juta ton di antaranya adalah sampah plastik sehingga perlu dikurangi.

Bank sampah yang digagas oleh Asian Agri merupakan salah satu terobosan apik. Begitu pula halnya dengan pemanfaatan sampah menjadi bahan produk yang bermanfaat yang digulirkan oleh lini usaha Royal Golden Eagle itu. Hal tersebut akan membuka mata masyarakat bahwa sampah tidak selamanya menjadi kotoran. Jika jeli, mereka bisa mendulang rupiah dari sana. [w3/3/2018-pbn]

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*

%d blogger menyukai ini: