Petunjuk Penggunaan serta Perawatan Sepatu Pengaman

Tips

Petunjuk Penggunaan serta Perawatan Sepatu Pengaman – Safety Shoes atau sepatu pengaman sudah lama dikenal dan dipergunakan jamak orang dari berbagai macam latar belakang profesi. Mulai dari pekerja lapangan pertambangan atau pembangunan jalan tol hingga juru masak di perhotelan dan lain-lain.

Disebut dengan sepatu pengaman karena memang sepatu tersebut didesain untuk mengantisipasi faktor-faktor yang bisa membahayakan seperti pekerja terjatuh karena permukaan tanah yang licin, becek atau berkubang dan sebagainya.

Di Indonesia sendiri, pelopor sepatu pengaman telah lama dikenal masyarakat yaitu Krisbow – sebuah perusahaan perkakas terdepan di Indonesia yang tidak memiliki pabrik. Sepatu pengaman (safety shoes) adalah salah satu unit produk yang dipatenkan oleh Krisbow dari ribuan unit produk lainnya.

Sebut saja Trojan Safety Shoes – salah satu produk sepatu pengaman yang kini tengah dipasarkan oleh Krisbow. Dalam kemasannya, Trojan Safety Shoes menjanjikan keamanan (safety), kenyamanan (comfort) dan ketahanan (durable) saat dipakai oleh penggunanya.

Foto Pelengkap Artikel Petunjuk Penggunaan serta Perawatan Sepatu Pengaman
[internet]

Petunjuk Penggunaan serta Perawatan Sepatu Pengaman

Kembali pada inti dari artikel kali ini, berikut ini Petunjuk Penggunaan serta Perawatan Sepatu Pengaman yang terdapat di dalam kemasan atau dus sepatu Trojan Safety Shoes (sepatu pengaman).

  1. Sifat polyurethane sangat empuk dan nyaman digunakan serta ramah lingkungan, akan tetapi tidak cocok digunakan di lingkungan dengan suhu panas yang tinggi, bahan kimia/coolant, solvent, air serta lumpur.
  2. Bila akan mengenakan sepatu pengaman di lingkungan dengan kandungan asam atau bahan kimia dan solvent tinggi, pastikan sepatu pengaman tersebut memiliki fitur tahan asam, bahan kimia serta solvent (acid, chemical and solvent resistant).
  3. Untuk sepatu pengaman yang terkena percikan air segera dikeringkan dengan lap lering dan jangan dibiarkan dalam keadaan basa dan lembab sebab jika dibiarkan akan merusak lem sepatu. Apabila sepatu pengaman terbuat dari split leather, sangat disarankan untuk membersihkan dan menyemir sepatu tersebut. Namun bila sepatu berbahan kulit berbulu seperti suede dan nubuck, membersihkan dan menggunakan semir khusus. Oleh sebab itulah, pembaca disarankan untuk bertanya kepada penjual sepatu tentang jenis sepatu pengaman yang dibelinya agar aman (tidak merusak) saat akan menyemir sepatu tersebut.
  4. Sepatu pengaman dengan sol poyurethane tidak dirancang untuk dipergunakan di lingkungan berair atau berlumpur. Gunakan sepatu pengaman berbahan sol karet bila bekerja di lingkungan yang berair atau berlumpur akan tetapi tidak termasuk air hujan. Saran terbaik adalah dengan menggunakan sepatu pengaman jenis boot dengan sol dan material karet (rubber boot) agar bisa aman dengan maksimal saat menghadapi lingkungan berair, berlumpur dan hujan.
  5. Bila usai dipergunakan lalu disimpan namun jangan pernah menyimpan sepatu pengaman dalam jangka waktu yang lama. Termasuk jangan menyimpannya di tempat yang bersuhu lembab dan tertutup (tidak cukup sirkulasi udara). Karena bila ini dilakukan akan merusak sepatu pengaman Anda, sepatu menjadi lembek dan cepat rusak.
  6. Untuk rencana stok, sebaiknya sepatu pengaman disimpan pada area yang tidak terlalu lembab serta simpan dengan cukup terpapar sinar matahari tidak langsung. Pemilihan tempat yang lembab akan mempercepat proses pertumbuhan jamur di kulit sepatu. Karena itu, sekali lagi – jangan menyimpan sepatu pengaman dengan terpapar langsung sinar matahari (misal: dijemur di tempat terbuka, panas).
  7. Untuk informasi, masa pakai ideal sepatu pengaman (safety shoes) adalah 1 (satu) tahun.

Itulah sekadar informasi yang semoga saja bisa menambah pengetahuan kita seputar Petunjuk Penggunaan serta Perawatan Sepatu Pengaman. Selamat berakhir pekan!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.