Akan Tampil di Roskilde Festival, Seni Reak Juarta Putra Terbang Ke Denmark

Akan Tampil di Roskilde Festival, Seni Reak Juarta Putra Terbang Ke Denmark

Tidak salah menyandang predikat sebagai, “Gudangnya Seni Budaya” – Kampung Ciguruwik, Desa Cinunuk, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung – tengah bersiap dengan Seni Reak menuju Denmark!

Akan Tampil di Roskilde Festival, Seni Reak Juarta Putra Terbang Ke Denmark ~ Tidak salah menyandang predikat sebagai, "Gudangnya Seni Budaya" - Kampung Ciguruwik, Desa Cinunuk, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung - tengah bersiap dengan Seni Reak menuju Denmark!
Akan Tampil di Roskilde Festival, Seni Reak Juarta Putra Terbang Ke Denmark (instagram.com/p/CL3mIe_FPhm/)

Seni Reak Juarta Putra Hadir Memenuhi Undangan Festival Roskilde 2022

Mengutip berita dari portal desa Cinunuk, Lingkung Seni Reak Juarta Putra dari Ciguruwik akan terbang ke Denmark guna menggelar pertunjukan atraksi seni reak. Kepada KIM Cinunuk (Rabu, 22 Juni 2022), Wawan WA selaku pentolan dari Lingkung Seni Reak Juarta Putra membenarkan berita tersebut.

“Benar, grup seni reak Juarta Putra, pada 28 Juni 2022 akan ke Denmark untuk menampilkan atraksinya,” ungkap Wawan.

“Kami mohon doanya, semoga diberikan kelancaran, keamanan, sehat dan berkah,” lanjutnya.

Akan Sepanggung dengan The Strokes dan Lineup Lainnya pada 2 Juli 2022 

Akan Sepanggung dengan The Strokes dan Lineup Lainnya pada 2 Juli 2022 
Akan Sepanggung dengan The Strokes dan Lineup Lainnya pada 2 Juli 2022 

Juarta Putra – Seni Reak dari Ciguruwik Menuju Denmark

Peralatan dari Seni Reak adalah dogdog, Wawan melanjutkan – Juarta Putra akan ke Denmark guna memenuhi undangan dari Roskilde Festival 2022. Mereka berjumlah 10 orang yang terdiri dari 7 pemain musik dan 3 orang sebagai kru.

“Dengan jumlah personil 10 orang, Insya Allah Seni Reak Juarta Putra. Meskipun transportasi dan akomodasi yang menanggung adalah pihak pengundang, kami berharap ada dukungan penuh dari semua pihak,” ujar Wawan.

Seni Pinggiran yang Go Global

Seni Reak kerap dinilai serta identik sebagai seni pinggiran, namun terpatahkan oleh Juarta Putra. Mereka diakui dunia internasional dan berkesempatan tampil bersama dengan musisi, band, grup musik kaliber internasional, seperti: Post Malone, Dua Lipa, Tyler The Creator, The Strokes, King of Convenience dan lain-lain untuk sama-sama tampil di Roskilde Festival 2022 di Denmark.

“Ini jelas akan mengangkat seni tradisional serta bisa mengharumkan nama Ciguruwik khususnya Desa Cinunuk, Kecamatan Cileunyi dan umumnya Kabupaten Bandung,” tegas Wawan.

Seni Pinggiran yang Go Global
Reak, Seni Pinggiran yang Go Global | Foto: istimewa

Mendapat Dukungan Pemerintah

Kades Cinunuk, Edi Juarsa dan Riki Ganesa Anggota DPRD Kabupaten Bandung mendukung penuh Kiprah Seni Reak Juarta Putra tampil di hadapan publik Denmark yang menyaksikan Festival Roskilde nanti.

“Seni Reak Juarta Putra sangat layak untuk kami apresiasi, kami sangat bangga bahwa seni tradisional yang merupakan warisan leluhur di Ciguruwik desa Cinunuk mendapat sorotan dunia internasional,” ucap Riki.

“Kami akan support sepenuhnya, karena ini mampu membawa nama Desa Cinunuk lebih harum lagi sebagai desa wisata dan gudangnya seni budaya di dunia internasional,” pungkas Edi.


BACA JUGA: Jalan Ciguruwik Kini Berlapis Aspal Hotmik

Apa itu Roskilde Festival?

Ajang Festival Musik yang digagas oleh dua orang anak SMA dibantu oleh seorang promotor pada 1971 ini siapa sangka akan menjadi sebuah festival terbesar di Eropa.

Roskilde hari ini telah menjadi festival terbesar di Eropa Utara. Festival yang berlangsung selama delapan hari dan dua hari di akhir pekan ini telah menyita perhatian sekitar 135.000 penggemar. 

Roksilde Berusaha Konsisten Sebagai Organisasi Nirlaba

Roskilde dengan bangga tetap menjadi organisasi nirlaba yang menyumbangkan jutaan krona Denmark setiap tahun ke berbagai badan amal. Di setiap perhelatannya, Roskilde Festival menampilkan lebih dari 150 band, dan menerjunkan sebanyak 32.000 sukarelawan.

Apa itu Seni Reak?

Bagi masyarakat Bandung Timur, tentunya sudah tidak asing lagi dengan Seni Reak. Lingkung seni yang biasa tampil di pentas-pentas lokal dengan jumlah penikmat yang dalam tanda petik bisa dihitung jari. 

Mengutip yang sudah ditulis oleh Portal Nuansa Sinar tentang Reak, dijelaskan bahwa “Reak” adalah seni tradisional yang lazim tumbuh dan berkembang di kalangan masyarakat agraris – masyarakat petani lebih tepatnya – yang jamak menanam padi.

Awalnya, reak sebagai media pengiring upacara atau dikenal dengan helaran reumpak jarami, ampih pare. yaitu upacara yang dilakukan apabila petani memindahkan padi dari sawah ke tempat penyimpanan padi yang bernama leuit, atau disimpan di rumah.

Pewaris Seni Reak Warga Budaya (1935 – 1975)

Sementara itu, Juarta Putra adalah Kumpulan Seni Reak yang sudah berdiri sejak 1982 di Kampung Ciguruwik, desa Cinunuk. Juarta Putra adalah pewaris generasi kumpulan terdahulu yang bernama Warga Budaya yang sudah berkesenian mulai 1935 hingga 1975, dengan Abah Juarta sebagai ketua. Dan harini Seni Reak Juarta Putra dipimpin oleh Anggi sebagai generasi keempat Abah Juarta.

Juarta Putra di setiap penampilannya memainkan ‘dogdog’ (alat musik tabuh terbuat dari kayu berbentuk silinder memanjang yang tengahnya dibuat rongga), kelompok membranophone yang terdiri dari tilingtit, tong, tarompet, brung, serta bangplak kendang. Reak juga kerap melengkapi penampilannya dengan menyuguhkan tari barongan dan tari Kuda Lumping, para penari menari dengan kondisi tidak sadar sebab arwah leluhur masuk ke dalam diri para penari.

Seni Reak umumnya menjadi ritual pada acara ruwatan, salametan, dan syukuran, namun Juarta Putra mencoba berusaha mengubah stigma kampungan menjadi moderen pada seni reak yang ditampilkannya. Dan kini terbukti, usahanya tidak sia-sia – mereka akan tampil di hadapan ratusan ribu penonton Festival Roskilde di Denmark.


Share
%d bloggers like this: