Badan POM Menyelenggarakan Seminar Sains Internasional dan Pameran Probiotik

Badan POM Menyelenggarakan Seminar Sains Internasional dan Pameran Probiotik

Pameran yang diselenggarakan secara hybrid di Gedung Bhineka Tunggal Ika, Jakarta pada Selasa (7/6) telah dibuka langsung oleh Kepala Badan POM RI, Penny K. Lukito secara daring. Selain Pameran Produk Probiotik: Riset dan Potensi Pengembangan Produk untuk Kesehatan serta tinjauan regulasi dari beberapa negera ini pun menyelenggarakan seminar Sains Internasional.

Dr Ir Penny K Lukito MCP-Kepala-Badan-Pengawas Obat dan Makanan RI
Dr Ir Penny K Lukito MCP Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan RI

Tujuan utama dari Seminar Sains Internasional dan Pameran Probiotik ini guna mendukung probiotik dalam negeri agar dapat berperan di ranah internasional. Dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan inovasi teknologi yang pesat, probiotik hari ini bisa dikonsumsi sebagai produk pangan.

Yang menjadi aspek pertimbangan memanfaatkan probiotik antara lain; peningkatan penelitian dan pengembangan probiotik sehubungan manfaatnya yang potensial bagi kesehatan, keamanan produk, dan klaim pada label serta promosi.

Sehingga menuntut adalanya regulasi, pedoman teknis (seperti studi klinis), serta literatur ilmiah sebagai rujukan guna memenuhi persyaratan keamanan dan informasi yang tepat tentang klaim manfaat produk probiotik.

Penny mengungkapkan bahwa setiap negara memiliki kebijakan masing-masing tentang regulasi probiotik. Kami memahami pula hal ini bergantung pada tujuan penggunaan dan persetujuan pemasaran dari regulator terkait.

“Di Indonesia, Badan POM sudah menerbitkan Peraturan Nomor 17 Tahun 2021 tentang “Pedoman Penilaian Suplemen Kesehatan yang Menganduk Probiotik,” ujar Penny.

Penny dan pihaknya sedang berproses untuk melengkapi peraturan baru BPOM tentang suplemen probiotik dengan panduan teknis dan bukti ilmiah yang akan diperlukan untuk penetapan strain baru dan klami manfaat kesehatan probiotik.

Seminar ini diikuti oleh peserta yang terdiri dari pelaku usaha, asosiasi pelaku usaha, asosiasi profesi, dan akademini yang terkait dalam pengembangan produk probiotik. Organisasi Indonesian Scientific Society for Probiotic and Prebiotik disingkat ISSPP mendukung secara penuh kegiatan ini.

Para narasumber yang mengisi acara serta kegiatan seminar yang terdiri dari akademisi dan praktisi dari berbagai negara, antara lain:

  1. Dr. Haruhisa Hirata (Wakamoto Pharmaceutical, Jepang),
  2. Akademisi dan Praktisi dari Uni Eropa, Prof. Seppo Salminen (Finlandia, President of International Scientific Association for Probiotics and Prebiotics),
  3. Prof. Jan-Peter van Pijkeren (University of Wisconsin-Madison, Amerika Serikat),
  4. Patricia Conway B.Sc, M.Sc, Ph.D (Adjunct Professor of Gastrointestinal Metagenomics and Metabolomics, Functional Foods and Feeds, Probiotics and Prebiotics),
  5. Dr. E. Siong Tee (President of Nutrition Society of Malaysia); dan
  6. Prof. Ingrid Suryanti Surono, M.Sc., PhD (President of Indonesian Scientific Society for Probiotics and Prebiotics/Universitas Bina Nusantara).

Diharapkan Membuka Wawasan Baru tentang Probiotik

Penyelenggaraan seminar sains probiotik ini, panitia berharap bisa semakin membuka wawasan baru tentang probiotik bagi semua peserta yang hadir dan mengikuti jalannya acara. 

Harapan lain, dari seminar ini bisa diperoleh masukan ilmiah bagi Badan POM untuk mengembangkan Pedoman Teknis Produk Suplemen Kesehatan Mengandung Probiotik yang akhirnya bermanfaat bagi kesehatan.

Dari hasil akhir seminar, BPOM pun dapat mereview peraturan sebagai respon terhadap perubahan kebutuhan masyarakat dan pelaku usaha mengenai produk suplemen kesehtan yang mengandung probiotik.

Apa itu Probiotik?

Probiotik adalah mikroorganisme yang hidup dan membantu guna mencegah serta mengobati penyakit. Masyarakat pada umumnya mengenal probiotik sebagai bakteri baik dan bakteri sehat. Probiotik dapat kita peroleh melalui makanan, minuman, serta suplemen yang semuanya mengandung probiotik.

Terminologi probiotik, berasal dari bahasa Yunani; “Pro” berarti mempromosikan, biotik berarti kehidupan. Istilah ilmiah ini muncul pada abad 20 awal yang diperkenalkan oleh Elie Metchnikoff.

Para ahli probiotik yang tergabung di dalam ISAPP, di 2013 menyeragamkan definisi probiotik. Probiotik merupakan mikroorganisme hidup, dapat memberikan manfaat bagi kesehatan tubuh apabila dalam jumlah yang memadai.

Apa itu BPOM?

BPOM adalah akronim untuk Badan Pengawas Obat dan Makanan. Indonesia memiliki lembaga ini yaitu BPOM RI dengan tugas yang setara dengan European Medicines Agency (EMA), dan Food and Drug Administration (FDA). Tugas utamnya adalah mengawasi seluruh peredaran obat-obatan dan makanan yang ada di seluruh Indonesia.


BACA JUGA: Resep Makanan Khas Indonesia

Klik di sini untuk membaca artikel-artikel dari Google News.


Share
%d bloggers like this: