Taufik Hidayat Jutawan Sukses Asal Pangalengan

Taufik Hidayat Jutawan Sukses Asal Pangalengan – Menjadi orang sukses sudah jamak dicita-citakan setiap orang termasuk seorang anak muda bernama Taufik Hidayat. Latar belakangnya bukan lahir dari keluarga kaya bahkan ayah Taufik merupakan seorang kuli bangunan. Agar Taufik bisa sekolah di perguruan tinggi, ayahnya harus ‘banting tulang’ di luar pulau.

Bisnis Jamur, Anak Tukang Bangunan Kantongi Rp 165 Juta/Bulan
foto dari Detik

Itulah lebih kurang yang dijelaskan portal berita detik – sumber informasi dari artikel Taufik Hidayat Jutawan Sukses Asal Pangalengan kali ini.

Taufik Hidayat adalah seorang lulusan Politeknik Negeri Bandung dan memberanikan diri mencari pekerjaan di Jakarta. Lama bekerja di sebuah perusahaan di Ibukota malah membuat dirinya tidak puas dalam berkarir. Akhirnya pria muda ini mengambil keputusan untuk berwirausaha saja dengan berbisnis bercocok tanam jamur.

Keputusan menjadi pebisnis diambil saat dirinya terkenang akan sahabatnya semasa SMA yang bertempat tinggal di Cinangsi, Pangalengan. Teman lamanya ini seorang petani tomat yang memanfaatkan lahan di samping rumah. Dari perbincangan mereka berdua tercetuslah banyak sekali ide bisnis dan salah satunya menanam jamur.

Taufik pun memutuskan untuk belajar tentang bisnis jamur ini ke Ciwidey. Mengingat di sana terdapat tempat budi daya jamur yang didukung oleh pemerintah dalam hal peningkatan ekonomi masyarakat. Dari tempat budi daya jamur Ciwidey bisa memetik pelajaran, seperti; mudah perawatannya sehingga tidak membuat capek pengelola dan yang paling menarik adalah bisa memanen setiap hari.

Tanaman Jamur - bisnis yang menjanjikan
Tanaman Jamur – bisnis yang menjanjikan (foto dari Detik)

Taufik Hidayat Jutawan Sukses Asal Pangalengan

Dengan penuh semangat, Taufik pun memulai bisnis budi daya jamur di rumahnya, Pangalengan. Ia pun menerapkan ilmu pengetahuan pembudidayaan tersebut dan membuahkan hasil. Hasil panennya belum terlalu banyak sehingga yang menjadi pangsa pasar dari bisnisnya tersebut hanyalah tetangga dan tukang sayur keliling.

Bisnis budi daya jamur yang dilakukan oleh Taufik Hidayat tidak serta merta tanpa kendala. Dari pengakuannya, saat mengembangkan bisnisnya ini kesulitan yang dia jumpai adalah tidak adanya media tanam. Namun mengingat rumah tempat dia tinggal bersama keluarga memiliki tingkat kelembaban yang cocok untuk menanam jamur – akhirnya pemuda murah senyum ini memilih rumah sebagai media bercocok tanam jamur.

Pembaca … Ada yang patut kita ambil hikmah dari pengalaman Taufik Hidayat khususnya dari aspek kepedulian bermasyarakat. Melansir informasi dari portal berita Detik – disebutkan, Taufik Hidayat ini memiliki keresahan seperti; mau sampai kapan kakaknya menjadi tukang ojek? Dan mau sampai kapan dirinya melihat masyarakat desa yang jamak menjadi buruh namun pendapatannya jauh dari layak?

Untuk itulah dirinya bulat memutuskan hubungan kerja dengan perusahaannya di Jakarta dan kembali ke kampung halamannya lalu mulai membangun desa dengan mengembangkan bisnis budi daya jamur di Pangalengan.

Tercatat sejak 30 Nopember 2014, Taufik Hidayat menyewa tanah kosong samping rumahnya untuk dijadikan lahan sebanyak 20 ribu media tanam jamur. Dengan bantuan relasi dan sahabat, Taufik mampu meyakinkan pihak pemodal untuk memberikannya pinjaman 100 juta. Semua uang habis dialokasikan untuk pengembangan budi daya jamurnya tersebut.

Bisnis tidak selalu langsung berjalan mulus, berbagai rintangan harus dihadapi dan dialami oleh Taufik Hidayat. Saat dirinya tengah lancar memasok hasil tanamnya ke Pasar Pangalengan, terjadi musibah. Rumah budi daya jamur yang dibangunnya harus roboh karena bencana alam. Saat itu hujan besar sampai harus merendam lingkungan termasuk media tanam jamur terendam hingga ambruk.

Bencana alam yang berdampak pada bisnis budi daya jamur Pangalengan milik Taufik Hidayat tersebut menanggung kerugian moril dan materil termasuk rugi uang senilai 80 juta rupiah. Banyak sekali cobaan yang harus dihadapi saat menjalankan bisnis, sampai akhirya tidak disadari utang menjalankan bisnis sudah mencapai angka 500 juta.

lahan budi daya jamur Villa Mushroom Agrifarm Pangalengan
lahan budi daya jamur Villa Mushroom Agrifarm Pangalengan (foto dari Detik)

Taufik Hidayat Jutawan Sukses Asal Pangalengan

Dari hasil renungan, Taufik Hidayat pun mencoba interopeksi diri dan dia menyadari banyak hal yang harus diperbaiki, antara lain; pebisnis tidak boleh egois dan idealis, tidak boleh arogan atau merasa paling bisa dan tidak memerlukan bantuan atau masukan (saran) orang lain.

Terdapat banyak hal positif dari interopeksi yang dilakukan oleh seorang Taufk Hidayat petani Jamur asal Pangalengan tersebut. Sejak saat itu, dirinya berhasil membuat sebuah unit sebagai alat sterilisasi lengkap dengan pengontrol suhu dan tekanan. Dengan unit yang dibuatnya tersebut, ia mampu membuat media tanam serta hasil produksi jamur memiliki jumlah kegagalan yang sedikit.

Saat bisnis budi daya jamurnya semakin lama semakin membaik, dirinya memberanikan diri untuk mengikuti ajang Lomba Wirausaha Mandiri dan berhasil menjadi juara untuk kategori bisnis pertanian dan berhak mengantongi hadiah uang sebesar 40 juta. Tentu saja, Taufik mengalokasikan uang dari lomba tersebut guna mengembangkan bisnis jamurnya.

Dan kini Taufik Hidayat memiliki perusahaan bisnis dengan nama Villa Mushroom Agrifarm. Perusahaan agrobisnis jamurnya tersebut kian berkembang dan membuka peluang usaha bagi masyarakat di sekitar Pangalengan yang berminat berbisnis jamur seperti dirinya.

Termasuk sekolah bisnis berkebun jamur yang digagasnya memiliki banyak murid dan ditawarkan secara gratis ke masyarakat. Hasilnya, sekarang sudah banyak warga yang sudah cakap budi daya jamur di rumah masing-masing.

Dengan dibantu oleh 15 orang petani, Villa Mushroom Agrifarm mampu memproduksi dan memanen jamur sebanyak 6 ton per bulan atau setara dengan uang 75 juta rupiah. Tidak itu saja, perusahaan ini pun bisa membuat media tanam berupa polibag sebanyak 1.500 kantong. Setiap bulan sudah terbangun sistem distribusi media tanam ke petani sebanyak 30 ribu atau setara dengan uang 90 juta rupiah.

Total omset yang dicetak setiap bulannya dari bisnis yang dijalankan oleh Taufik Hidayat dengan Villa Mushroom Agrifarm tersebut – dari hasil panen dan penjualan media tanam yaitu sebesar 165 juta dengan laba bersih sekitar 30% hingga 40%.

Unit mesin - alat pencetak media tanam milik Taufik Hidayat
Unit mesin – alat pencetak media tanam milik Taufik Hidayat (foto dari Detik)

Perjalanannya membangun bisnis kian berkembang dan sudah bernilai 600 juta yang terdiri dari lahan, bangunan dan mesin. Kini, Taufik Hidayat tengah memetik hasil dari kerja keras dan kemampuannya menghadapi rintangan. Sebuah perjalanan yang menginspirasi, bukan?

Donor Darah Pemuda Bangkit untuk Masyarakat

Donor Darah Pemuda Bangkit untuk Masyarakat

Karang Taruna Pemuda Bangkit RW. 10 Cikajang memiliki beberapa program dan serangkaian kegiatan, baik itu kegiatan yang sifatnya rutin maupun insidental. Terdapat beberapa program yang secara rutin dilaksanakan selain acara pertemuan rutin dan rapat koordinasi yang dilangsungkan setiap akhir pekan diantaranya: kegiatan jumat bersih atau pembersihan lingkungan secara rutin pada hari jumat, pembersihan lingkungan pasar minggu di lingkungan Pasar Minggu Tangga Seribu (GI Cikalong).

Sedangkan untuk program dan kegiatan yang berupa sebuah event dan sedang dilangsungkan adalah serangkaian kegiatan dalam wadah PROGRAM PEMUDA BANGKIT UNTUK MASYARAKAT. Pemuda Bangkit untuk Masyarakat merupakan serangkaian kegiatan yang terdiri dari berbagai kegiatan dalam tema dan tujuan akhir yang sama, yaitu “menumbuhkan lingkungan masyarakat yang sehat dan peduli” khususnya di lingkungan Kampung Cikajang dan Desa Lamajang serta masyarakat secara luas pada umumnya.

Serangkaian kegiatan tersebut diawali dari kegiatan Sosialisasi Perpustakaan Keliling dan Internet Sehat. Kegiatan yang telah berlangsung pada tanggal 4 Oktober 2014 kemarin untuk mensosialisasikan Perpustakaan Keliling dan Internet sehat kepada masyarakat melalui kehadiran 1 buah mobil M-CAP dan 1 mobil Puling Kabupaten Bandung.

Donor Darah Pemuda Bangkit untuk Masyarakat

Kegiatan selanjutnya yang akan dilaksanakan pada waktu dekat adalah Pemuda Bangkit Untuk Masyarakat. Kegiatan tersebut terdiri dari kegiatan Donor Darah, Pemeriksaan Kesehatan dan Mata Gratis serta Bazaar Pemuda. Kegiatan tersebut bekerjasama dengan pihak PMI Kabupaten Bandung dan beberapa sponsor. Kegiatan tersebut akan dilaksanakan pada tanggal 25 Oktober 2014 di Kampus Yayasan Raudlatul Janah Kp. Cikajang RT. 05/RW. 10 Ds. Lamajang Kec. Pangalengan.

Donor Darah Pemuda Bangkit untuk Masyarakat
Zoom : klik gambar

Selain itu kegiatan lain yang sedang dirancang perencanaan pelaksanaannya adalah kegiatan Khitanan Massal, Pelatihan Jurnalisme Warga, dan Pentas Kesenian Daerah oleh pemuda. Sedangkan untuk program kegiatan yang rutin dilaksanakan dan sedan berjalan adalah program pemanfaatan barang bekas menjadi sebuah karya seni yang inovatif. Berupa bimbingan kader karang taruna dalam membentuk berbagai karya seni dan kerajinan dari bahan koran bekas untuk selanjutnya dikembangkan menjadi sebuah industri kreatif yang memanfaatkan barang bekas.

Terdapat juga beberapa program berkesinambungan dan rutin karang taruna yang sedang dipersiapkan pelaksanaannya adalah program Bank Sampah kampung dan Taman Bacaan Masyarakat. Selain itu juga terdapat beberapa program yang munculnya dari ide-ide pemuda Karang Taruna Pemuda Bangkit dan masyarakat RW. 10 Cikajang untuk selanjutnya dikaji bersama dan direncanakan dengan matang dengan bimbingan dari berbagai pihak agar kelangsungan program berjalan dengan lancar dan berkesinambungan.

Agar program-program dan kegiatan yang direncanakan serta dilaksanakan berjalan dengan lancar serta berkesinambungan, Karang Taruna Pemuda Bangkit RW. 10 Cikajang mengharapkan berbagai kritik dan saran serta bimbingan dari berbagai pihak. Sangat kami harapkan masukan-masukan yang membangun agar berkembangnya organisasi ini menjadi organisasi yang lebih besar lagi serta lebih bermanfaat bagi masyarakat pada umumya. Kami juga sangat mengharapkan bantuan dan dorongan dari semua pihak, terutama pemerintah dan lembaga-lembaga lain yang bergerak di bidang pengembangan potensi daerah dan kemasyarakatan terutama di bidang kepemudaan.

Pemuda Bangkit dan Bapapsi Gelar Internet Sehat

Bertempat di desa Lamajang -sebuah desa yang terletak di kabupaten Bandung, kecamatan Pangalengan- sekelompok anak muda sudah mempersiapkan sebuah acara, “Sosialisasi Internet Sehat dan Jurnalisme Warga” dengan jumlah peserta sebanyak 165 orang yang terdiri dari siswa dan siswi SD, SMP dan SMK ditambah dengan para guru dan perwalikan aparatur desa (UPTD).

Rombongan dari Bapapsi membawa mobil M-CAP dan Perpustakaan Keliling (Pusling) atau Mobil Pintar ditambah lagi dua orang relawan masing-masing mengendarai motor bergerak menuju lokasi. Tidak jauh dari pintu gerbang PLTA Cikalong, dari kursi duduk depan mobil MCAP, penulis melihat seorang perwakilan Karang Taruna Pemuda Bangkit menjemput rombongan yang datang.

Dalam sambutannya, Ketua Gugus Desa Lamajang yang mewakili UPTD Kecamatan Pangalengan merasa senang dengan diadakannya acara, “Sosialisasi Internet Sehat dan Jurnalisme Warga”, “Terima kasih dan sangat mengapresiasi inisiatif kerjasama antara Karang Taruna Pemuda Bangkit yang telah mengundang BAPAPSI dan RTIK Kabupaten Bandung, yang terus berupaya agar minat baca dan edukasi teknologi informasi di Desa Lamajang terus meningkat. Ini tentu saja tidak cukup sekali kegiatan, tapi harus bisa dilaksanakan secara berkelanjutan, bahkan mestinya para guru SD di Desa Lamajang pun perlu mendapatkan materi teknologi informasi dan komunikasi sebelum para siswa-siswinya.”

Pemuda Bangkit dan Bapapsi Gelar Internet Sehat
Pemuda Bangkit dan Bapapsi Gelar Internet Sehat

Latar Belakang digelarnya Sosialisasi Internet Sehat dan Jurnalisme Warga

Klik Soreang pernah bertanya tentang apa yang melatarbelakangi kegiatan ini? Dan atas inisiatif siapa? Dalam jawabannya, Mallik wakil dari mereka menjelaskan, “Hal yang melatar belakangi kegiatan ini adalah adanya keinginan dari masyarakat dan ide-ide dari pemuda Karang Taruna Pemuda Bangkit RW 10 Cikajang untuk menumbuhkan kembali minat baca dari masyarakat pada umumnya yang dirasa sudah mulai melemah.”

“Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi sebuah langkah awal dalam rencana melanjutkan program meningkatkan minat baca masyarakat Desa Lamajang pada umumnya. Kegiatan ini diharapkan dapat berkesinambunan dan menjadi agenda rutin kedepannya,” tegas Asep Pion yang diiyakan oleh Nono serta pemuda lainnya.

Acara yang berjalan dengan lancar ini selain Sosialisasi Internet Sehat dan Jurnalisme Warga, juga menyajikan beberapa aktifitas lomba game edukasi bagi anak-anak SD, dan pengenalan Perpustakaan Keliling bagi warga setempat. Dilapori bahwa kegiatan berjalan dengan baik dan lanar, Anita Emmayanti, kepala bidang Bapapsi sekaligus pembina RTIK Kabupaten Bandung ini merasa senang, “Jempol dan ucapan terima kasih untuk Karang Taruna Pemuda Bangkit RW 10 Cikajang Desa Lamajang yang sudah mengadakan event ini berkolaborasi dengan Bapapsi… Semoga membawa kebaikan… Semoga bisa berlanjut programnya…”.

RTIK Kabupaten Bandung mengutus empat orang anggotanya untuk terjun pada kegiatan tersebut kemarin; Ade Truna dan Suro Prapanca mengjar di kelas dengan peserta siswi SMK, Zamjam Catapult menggawangi perlombaan game edukasi di mobil MCAP, serta Rudi Haryadi selain menyampaikan pentingnya menumbuhkan minat baca juga memandu pengunjung yang datang ke mobil pusling.

Beberapa siswi SMK menilai penting dengan diadakannya acara sosialisasi ini, seperti yang diungkapkan oleh Siti Yayang Nurhayati, siswi SMK AL Jihad ini mengatakan, “Masyarakat dituntut untuk bisa kritis positif, aktif menginformasikan hal-hal yang terjadi di tempatnya dengan sukarela, karena kan seorang Jurnalis warga itu wartawan yang tanpa disuruh dan tanpa dibayar.”

Ada juga pendapat lain, seperti yang disampaikan oleh Devi Astria, siswi kelas XI (sebelas) SMK Al Jihad. “Internet sehat sangatlah bagus, saya dituntut untuk chatting, browsing, dan melakukan aktifitas online lainnya dengan batasan-batasan kode etik yang tidak boleh dilanggar,” ucap Devi yang diamini oleh Puri Yuhani dan teman-temannya yang lain.

Baik itu dari pihak kepemudaan, tokoh masyarakat maupun para tenaga kependidikan yang hadir dalam acara tersebut menyambut baik kegiatan ini. Bahkan pihak panitia memiliki beberapa saran dan masukan agar acara bisa diagendakan secara rutin, “Kegiatan ini menarik dan besar potensinya dalam menjaring jumlah peserta agar lebih banyak bila perlu tidak dibatasi,” pungkas Malik [adetruna]

Gambar lain bisa dilihat di album, “Sosialisasi Internet Sehat & Jurnalisme Warga di Desa Lamajang” di sini.