Menyoal kesehatan mental, portal halodoc menyebutkan bahwa kehidupan yang meninggalkan dampak yang besar pada kepribadian dan perilaku seseorang di masa lalu memengaruhi kesehatan mental.

Peristiwa masa lalu tersebut membekas dalam ingatan dan memengaruhi kejiwaan seseorang, bisa berupa:

  • kekerasan dalam rumah tangga,
  • pelecehan anak, atau
  • stres berat jangka panjang.

Apabila kesehatan mental terganggu, maka akan menimbulkan gangguan mental atau penyakit mental. Dampak yang timbul tersebut mampu mengubah cara seseorang dalam:

  1. menangani stres,
  2. berhubungan dengan orang lain,
  3. membuat pilihan, dan
  4. dapat memicu hasrat untuk menyakiti diri sendiri.

Ada jenis gangguan mental yang jamak ditemukan, seperti:

  • depresi,
  • gangguan bipolar,
  • kecemasan,
  • gangguan stres pasca trauma (PTSD),
  • gangguan obsesif kompulsif (OCD), dan
  • psikosis.

Penyakit-penyakit mental hanya terjadi pada jenis pengidap tertentu, semisal postpartum depression hanya menyerang ibu setelah melahirkan.

Penyakit-penyakit mental hanya terjadi pada jenis pengidap tertentu, semisal postpartum depression hanya menyerang ibu setelah melahirkan.
Penyakit-penyakit mental hanya terjadi pada jenis pengidap tertentu, semisal postpartum depression hanya menyerang ibu setelah melahirkan.

Adapun seseorang dikatakan memiliki kesehatan mental yang baik adalah ketika dia memiliki batin dalam keadaan tenteram serta tenang. Kondisi baik tersebut sangat memungkinkan baginya untuk menikmati kehidupan sehari-hari dan mampu menghargai orang lain di sekitar.

Kita semua berharap memiliki mental yang sehat sehingga dapat menggunakan kemampuan atau potensi dirinya dengan optimal saat menjalani kehidupan serta menghadapi tantangan hidup dan menjalin hubungan positif dengan orang lain. Sebaliknya, seseorang yang terganggu kesehatannya maka berpotensi mengalami:

  1. Gangguan suasana hati,
  2. Kemampuan berpikir, serta
  3. Perilaku buruk karena gagal mengendalikan emosi.

Itulah penyakit mental. Penyakit yang dapat menyebabkan masalah dalam kehidupan sehari-hari, tidak saja akan merusak interaksi atau hubungan dengan orang lain, bahkan penyakit mental pun akan menurunkan prestasi di sekolah dan produktivitas kerja. Tidak terkecuali di masa pandemi covid 19 seperti sekarang.

Karena itulah Di Masa Pandemi Covid 19, Menjaga Kesehatan Mental adalah Kunci — sudah saatnya kita menjalankan pola hidup sehat. Dari portal resmi kementerian kesehatan RI., diperoleh catatan penting tentang bagaimana setiap orang harus bisa menata pola lahir dan batin agar bisa menanggulangi stres, depresi dan penyakit mental lainnya.

Pembaca bisa memperhatikan poin-poin berikut ini:

  • Mulailah untuk belajar menerima suatu masalah yang sulit diatasi atau hal-hal yang tidak dapat diubah.
  • Berpikirlah positif dan hadapi semua yang terjadi di dalam hidup memiliki hikmah.
  • Biasakan untuk meminta saran dari orang terpercaya ketika berusaha mengatasi masalah yang sedang dialami.
  • Belajarlah mengendalikan diri dan berusaha aktif dalam mencari solusi.
  • Mulai lakukan aktivitas fisik, meditasi serta teknik relaksasi agar bisa meredakan ketegangan emosi serta menjernihkan pikiran.
  • Lakukanlah hal-hal baru yang menantang serta lain dari biasanya guna meningkatkan rasa percaya diri.
  • Luangkan waktu Anda untuk melakukan hal-hal yang disukai.
  • Mulailah melibatkan diri dalam kegiatan-kegiatan sosial untuk membantu orang lain. Cara ini tergolong ampuh saat seseorang menghadapi masalah dan dia bisa lebih tabah dalam menghadapi masalah, bahkan ketika membantu seseorang yang memiliki masalah lebih berat dari yang dialaminya.
  • Hindari cara-cara negatif untuk meredakan stres, seperti; merokok, meminu minuman beralkohol apalagi memakai narkoba.
  • Bekerjalah dengan mengedepankan kualitas bukan kuantitas, agar manajemen waktu lebih baik dan hidup juga lebih seimbang.

Di Masa Pandemi Covid 19, Menjaga Kesehatan Mental adalah Kunci

Demikianlah artikel tentang kesehatan mental yang dapat kami rangkum, dan bila Anda merasakan gejala-gejala depresi selama lebih dari dua minggu dan tidak kunjung mereda — saran terbaiknya Anda mulai berkonsultasi ke dokter. Jangan sampai apa yang Anda rasakan tersebut mengganggu proses pendidikan, pekerjaan, dan hubungan sosial. 

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: