Memperingati Hari Kartini: Yayat Rohayati, Guru Berstatus Honorer Sejak 1987

Memperingati Hari Kartini: Yayat Rohayati, Guru Berstatus Honorer Sejak 1987

Memperingati Hari Kartini: Yayat Rohayati, Guru Berstatus Honorer Sejak 1987 — Yayat merupakan wanita berprofesi guru di Sekolah Dasar Negeri 104 Langensari Senanggalih Coblong Kota Bandung. Beliau sudah menjadi guru semenjak 1987 berstatus honorer. Setelah menanti selama 35 tahun, akhirnya di tahun 2022 Yayat diangkat sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Guru.

Akan tetapi pada 2023, dirinya memasuki masa pensiun. Yayat tetap tersenyum dengan kenyataan seperti itu. Dirinya berkesempatan menceritakan perjuangan yang telah dilakukannya untuk pendidikan di Kota Bandung. Dirinya pernah berjibaku dari satu pintu ke pintu lainnya guna dapat mengunjungi kerabatnya dengan harapan menemukan donatur yang bersedia membiayai anak-anak yang telah dia bina supaya tetap dapat mengenyam pendidikan.

“Saya mengusahakan anak-anak di Kecamatan Coblong untuk bisa bersekolah,” cerita Yayat Rohayati.

Ikhtiar dan perjuangannya tersebut telah dilakukan bertahun-tahun lamanya, hasilnya tidak sia-sia, sudah banyak anak binaannya yang melanjutkan sekolah dan tidak sedikit hingga lanjut ke perguruan tinggi.

Alhamdulillah sudah banyak anak yang lanjut sekolah, bahkan sampai ke perguruan tinggi. Saya melakukan ini ya karena ibadah,” katanya.

“Bisa membantu orang yang kesulitan dan membutuhkan juga, meski saya pun masih terbatas kemampuannya,” sambung Yayat Rohayati.

Meski masa baktinya sebentar lagi akan usai, Yayat berharap akan semakin banyak perempuan di Kota Bandung yang bisa turut berperan dari segala bidang untuk membangun Kota Bandung semakin lebih baik lagi.

Atas pengabdiannya tersebut, Yayat Rohayati menjadi salah satu penerima penghargaan OASE Kabinet Kerja dalam bidang pendidikan pada acara Penghargaan yang bertepatan dengan peringatan Hari Kartini. Ibu Negara Republik Indonesia, Iriana Widodo memberikan penghargaan OASE Kabinet Kerja kepada para ‘Kartini’ masa kini.

Acara yang diselenggarakan secara hibrid ini juga diikuti oleh seluruh kepala daerah se-Jawa Barat di Aula Barat Gedung Sate pada Kamis, 21 April 2022. Yayat Rohayati menjadi salah satu perempuan inspirator yang berasal dari 514 kota/kabupaten di Indonesia.

Para perempuan inspirator ini berasal dari segala bidang, seperti pendidikan, lingkungan hidup, kesehatan, sosial dan ekonomi. Atas perjuangan dan jasa Yayat, Ketua TP PKK Kota Bandung Yunimar Mulyana mengakui jika perempuan memiliki peran yang sangat berpengaruh untuk pembangunan di Kota Bandung.

Acara yang diselenggarakan secara hibrid ini juga diikuti oleh seluruh kepala daerah se-Jawa Barat di Aula Barat Gedung Sate pada Kamis, 21 April 2022.
Acara yang diselenggarakan secara hibrid ini juga diikuti oleh seluruh kepala daerah se-Jawa Barat di Aula Barat Gedung Sate pada Kamis, 21 April 2022. {istimewa)

Peran ini dilakukan sesuai dengan kemampuan bakat dan minat dari masing-masing perempuan.
“Di Kota Bandung terdapat banyak perempuan yang berjasa dalam pembangunan Kota Bandung. Semua perempuan di Kota Bandung bisa ikut dalam membantu pembangunan, baik dalam segi pendidikan atau apapun yang bisa dilakukan sesuai dengan bakat dan minat untuk menyukseskan pembangunan kota Bandung,” tutup Yunimar Mulyana.


BERITA LAINNYA : Atalia Praratya Mengapresiasi 8 Bidang Garapan Gerakan Sakoda SPN Jawa Barat


Share

Leave a Reply

%d bloggers like this: