Radio Kandaga 100.8 FM – Radio Streaming dengan Suara yang Jernih di Kabupaten Bandung

Radio Kandaga 100.8 FM – Radio Streaming dengan Suara yang Jernih di Kabupaten Bandung

Radio merupakan sekumpulan radiasi sinyal berupa gelombang elektromagnetik yang merambat melalui atmosfer di ruang hampa. Kemudian mengeluarkan suara lewat gelombang elektromagnetik yang disebut dengan modulasi.

Melansir apa yang sudah dijelaskan oleh KPI tentang radio, dapat kita tarik kesimpulan bahwa radio berperan sebagai media massa satu arah, sebagai corong informasi baik itu berita maupun hiburan. Radio dipancarluaskan untuk didengar untuk atau oleh masyarakat.

Radio hari ini terbilang mengalami perkembangan yang cukup baik pada masa lalu hingga tahun 2000-an. Kini, tergerus oleh perkembangan teknologi komunikasi yang mana setiap orang mampu melakukan sendiri (do it yourself atau DIY), membuat list lagu sendiri di YouTube atau membuat podcast.

Kehadiran dan perkembangan radio tidak lepas dari penggagasnya; seorang ahli teori ilmu alam bernama James Clerk Maxwell. Fisikawan ini pada 1865 berhasil menemukan rumus gelombang elektromagnetis, suatu gelombang yang digunakan untuk menyiarkan radio dan televisi.

Radio Kandaga 100.8 FM – Radio Streaming Bersuara Jernih Milik Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung

2 Jenis Modulasi Populer di Dunia

Tentunya para wargi kerap mendengarkan radio, seperti Radio Kandaga – misalnya. Nah, wargi semua juga mengenal dengan istilah Radio AM dan Radio FM, bukan?

Radio AM atau radio amplitude modulation dan Radio FM atau radio frequency modulation. Wargi-wargi tahu, apa perbedaan dari AM dan FM? Mari kita awali dari konsep dasarnya terlebih dahulu, sebuah radio, termasuk Radio Kandaga 100,8 lazim melakukan kegiatan penyiaran (dalam bahasa teknis, mentransmisikan suara) ke berbagai penjuru tempat atau wilayah.

Agar suara penyiar radio dapat memperdengarkan kepada semua masyarakat, maka harus ada gelombang yang akan membawa suara dari stasion radio yang mentransmisikan frekuensi tinggi. Selanjutnya, gelombang berfrekuensi tinggi pun menjadi modulasi yang mengeluarkan suara musik, penyiar radio dan semua yang diperdengarkan. 

Sinyal AM

Sinyal AM merupakan format modulasi yang terjadi dari proses penggabungan sinyal-sinyal amplitudo yang memiliki bentang frekuensi dan panjang gelombang. Rentang frekuens sinyal AM antara 500 Hz sampai dengan 1600 KHz dengan panjang gelombang 1600 KHz hingga 30.000 KHz. Semua penyiaran radio komersil di Indonesia berawal melakukan penyiaran di gelombang AM.

Kekurangan sinyal AM yaitu mudah terganggu oleh gangguan atmosfer serta hasil kualitas modulasi yang keluar terbatas atau bandwith-nya sempit sehingga suara terdengar minim atau mono.

Sinyal FM

Sinyal FM merupakan format modulasi yang menghasilkan amplitudo yang proporsional dengan rentang frekeuensi antara 88 MHz hingga 108 MHz. Sinyal FM tergolong ke dalam Very High Frequency (VHF) dengan panjang gelombang di bawah 1000 KHz.

Sinyal-sinyal beberapa saluran audio bersatu padu dalam dalam satu gelombang termasuk lebih tahan terhadap gangguan dan memang potensi terkena gangguan itu lebih kecil. Karena memiliki bandwith yang lebih lebar daripada sinyal AM, sinyal FM mampu menghasilkan suara stereo dan jernih – radio Kandaga contohnya yang bisa wargi buktikan lewat siaran streaming-nya di sini.

retro radio tape recorder in workshop
ilustrasi radio 2 bands; AM dan FM || Photo by Andrea Piacquadio on Pexels.com

Wargi … Itulah sekilas informasi tentang perbedaan antara Sinyal AM dibandingkan dengan FM. Dan bagi wargi yang penasaran dengan Radio Kandaga, silakan coba dengarkan kejernihan modulasi yang keluar di frekuensi 100.8 FM ini.


Share
%d bloggers like this: