Sejarah Kartu Nama

SEJARAH KARTU NAMA
Home » Bisnis » Sejarah Kartu Nama

Berbicara sejarah — pada awalnya, kartu nama berfungsi sebagai alat informasi untuk pebisnis yang menjalin kerjasama dengan si pemilik jasa atau produk tertentu.

SEJARAH

Dari Wikipedia disebutkan bahwa kartu nama merupakan lembaran kertas kecil berbentuk kartu. Isi dari kartu nama adalah informasi identitas atau profil seseorang bisa juga brand milik sebuah perusahaan. Kartu nama lazim memiliki komponen informasi utama seperti; nama, telepon dan alamat rumah atau kantor.

Abad ke-15 di Tiongkok menjadi torehan awal sejarah dari kartu nama atau dikenal dengan istilah míngcì (名刺). Tujuan utama dari pembuatan kartu nama saat itu sebatas bentuk undangan khusus.

Kartu nama Pengacara Charles M. Wright dicetak pada 1895

Bentuk kartu nama dari seorang pengacara bernama Charles M. Wright yang dicetak pada 1895

Sedangkan di negara Barat, selang dua abad di Eropa fungsi kartu nama mulai diperkenalkan sebagai “kartu dagang” atau business card. Fungsinya guna memberitahukan tentang lokasi pedagang tertentu.

Kartu nama di Jepang

Di Jepang kartu nama dikenal dengan sebutan, “meishi” (名刺) isinya menjelaskan tentang nama perusahaan yang posisi tulisannya pada bagian atas dengan ukuran besar, lalu diikuti dengan jabatan dan selanjutnya ditulis nama orang.

Informasi pada kartu nama tersebut ditulis dalam huruf Jepang pada salah satu sisi dan kadangkala ditulis pula huruf Latin di sisi sebaliknya. Beberapa informasi kontak penting lainnya yang ditulis oleh jamak pemilik kartu nama di Jepang, antara lain; alamat bisnis, nomor telepon serta nomor faksimili.

Meishi alias kartu nama ini dapat juga berisi kode QR yang berfungsi memberikan rincian kontak dalam bentuk yang dapat dibaca mesin, meskipun hingga hari ini belum dilakukan secara luas.

Tahukah Anda? Pada 2007 sudah dilakukan penelitian dan survei yang kesimpulannya ada kurang dari 3% orang Jepang memiliki meishi yang disertai dengan kode QR.

Anda ingin mencetak kartu nama? Hubungi Soreangku Print On Demand sekarang juga di WA: 085721109590.

Saling Bertukar Kartu Nama di Jepang

Ada kultur yang tinggi dan menarik untuk diketahui, bagi kebanyakan masyarakat Jepang – pemberian meishi dari seseorang kepada orang lain terbilang sakral dan lebih dari sekadar formalitas. Kartu harus dipegang di dua sudut atas, menghadap ke atas dan diputar sehingga dapat dibaca oleh orang yang menerima meishi.

BACA JUGA :  Taufik Hidayat Jutawan Sukses Asal Pangalengan
Budaya atau kultur serah terima atau saling bertukar kartu nama di Jepang atau dikenal dengan istilah Meshi Koukan.
Budaya atau kultur serah terima atau saling bertukar kartu nama di Jepang atau dikenal dengan istilah Meshi Koukan. (internet)

Penerima mengambilnya dengan kedua tangan di bawah dua sudut kartu. Apabila menempatkan jari di atas nama atau informasi lain maka akan dianggap tidak sopan.

Usai menerima meishi, penerima sebaiknya membaca kartu nama tersebut, utamakan membaca nama serta pangkat yang tertera mengenai data diri pemberi kartu nama.

Orang yang menerima supaya mengucapkan terima kasih kepada orang yang memberi kartu nama dengan mengatakan, “choudai itashimasu” – yang berarti, “Saya menerima kartu nama Anda” atau “choudai shimasu” selanjutnya penerima membungkuk.

Wow … Posisi Atau Jabatan Menentukan Proses Bertukar Kartu Nama!

Jika meishi berlangsung antara seseorang dengan status yang berbeda, semisal antara presiden perusahaan dengan seseorang manajer menengah. Maka orang dengan jabatan yang lebih rendah akan memberikan kartu nama dengan posisi harus berada di bawah (lebih rendah) dari meishi milik penerima yang jabatannya lebih tinggi.

Memperlakukan Meishi pun ada caranya. Kartu nama harus disimpan dalam tempat khusus supaya tidak cepat rusak. Meishi yang telah diterima oleh seseorang pun dilarang ditulis atau dicorat-coret bahkan dimasukkan ke dalam saku.

Sikap tersebut terbilang perilaku yang tidak hormat atau kesembronoan. Dan apabila meishi sedang diberikan di atas meja, penerima meletakkan meishi di atas tempat penyimpanan kartu nama hingga pemberi kartu meninggalkan meja.

Apabila di dalam sebuah pertamuan melibatkan beberapa orang dan ada yang menerima lebih dari satu meishi maka kartu dari orang dengan jabatan tertinggi yang akan disimpan pada tempat penyimpanan kartu. Sedangkan selebihnya atau kartu nama dari orang lainnya akan diletakkan pada tempat yang posisinya persis di samping tempat penyimpanan kartu atas nama pemberi dengan jabatan paling tinggi.

Indikasi Menghina Pemberi Kartu Nama

Cara mengukur perlakuan penerimaan kartu nama saat proses tukar menukar bisa dilihat dari cara bagaimana penerima memperlakukan pemberian meishi.

Tindakan semisal melipat, memasukkan kartu nama di saku baju atau celana maka akan dianggap sebagai penghinaan baik itu kartu nama perusahaan atau individu.

Kartu Nama Zaman Now

Hari ini kartu nama sudah umum dikenal masyarakat berguna sebagai alat yang melengkapi seseorang untuk menjelaskan data diri singkat baik yang sifatnya pribadi maupun bisnis.

Untuk membaca lebih detil tentang Fungsi dan Manfaat dari Kartu Nama, sila baca artikel: Kartu Nama. Fungsi dan Manfaatnya. Dan bagi pembaca yang berminat mencetak kartu nama bisa menghubungi Soreangku Print On Demand sekarang juga melalui WA: 085721109590 (Risya).

BACA JUGA :  Soreangku PIN on Demand

Itulah sepenggal artikel tentang Sejarah Kartu Nama yang diambil dari Wikipedia. Semoga bisa menambah wawasan Anda … Selamat berakhir pekan!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: